Jumpa Lagi Kita

Assalamu’alaikum wr. wb. Akhirnya walau masih dengan sedikit dipaksakan aku menulis kembali untuk blog tercinta ini, mudah-mudahan bisa berbagi inspirasi, motivasi, informasi dan ilmu buat teman-teman pembaca semua… Tapi harap maklum ya atas segala kekurangan dan kelemahannya. Ibarat orang baru bangun dari tidur panjang masih melayang layang antara sadar dan tidak.hehe lebay.com

Di 2015 tak ada 1 catatan baru pun juga ya, aku sibuk? mungkin, lagi futur? mungkin, ah kombinasilah alasannya, ya karena malas, sibuk, karena HP baru, karena jaringan… Kan setahun lebih jadi alasanya dalam tiap momen bisa berubah-rubah. kadang sibuk, pas gak sibuk lagi malas, atau karena merasa ada prioritas lain selain menulis dsb dsb lah pokoknya…

Kok sekarang nulis? aku habis buka twitter ku eh tiba2 saja pengen nulis, pengen berkarya lewat tulisan lagi walau masih tak ada apa-apanya, pengen berbagi, pengen ibadah, pengen dakwah lewat tulisan, pengen jadi cewek romantis melankolis…apa ya, susah diungkapkan dengan kata-kata….pokoknya pengen nulis.

Sebenarnya, banyak sekali cerita hidup yang ingin ku bagi dari tahun 2015, keajaiban, cinta Allah, karunia Nya, yg begitu besar pada ku. Mudah-mudalah dalam cerita selanjutnya bisa ku bagi.

Semoga bukan untuk pamer dan riya, tapi untuk  ibadah, berbagi inspirasi, saling menghibur, berbagi informasi, saling menguatkan dalam ibadah dan sarana silaturahim. Aamiin

 

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Ku Lihat Ka’bah Dengan Mata Kepala Ku Sendiri, Alhamdulillah

Sesudah mengambil miqat (niat) di Bir Ali hatiku bertanya-tanta apakah aku bisa melihat ka’bah atau baitullah? Karena tidak ada seorang manusiapun yang bisa memastikan kita bisa melihat ka’bah atau tidak, kita tidak tahu dosa kita banyak atau sedikit, ongkos yang dibawa untuk umrah itu halal atau haram. Banyak cerita yang menceritakan bahwa banyak orang yang tidak bisa melihat ka’bah atau hanya terlihat gelap disana, menurut cerita diantara yg pernah mengalami pengalaman itu adalah beberapa orang yang pekerjaannya adalah lintah darat atau rentenir-pemakan riba.

Lanjut cerita, ketika perjalanan memasuki kota Mekkah dari kejauhan terlihat jam besar diatas tower Green Zam-zam, tower gedung yg tersambung dengan halaman Masjidil Haram, hati rasanya senang sekali, benar-benar pengalaman luar biasa. Hingga akhirnya tibalah kami didepan hotel Al-Marsa tempat kami menginap. Setelah makan, mengambil tas lalu menyempatkan sholat magrib dihotel kamipun berombongan menuju Masjidil Haram. Saat dijalan sudah waktu isya akhirnya dg kasbuk sholat isya dijalan. Tapi walau dijalan juga banyak jamaah yg sholat dari sana mungkin karena telat. Kami memasuki pintu 1 atau pintu Abdul Aziz. Dari pintu itu menuju ka’bah tidak terlalu jauh. Jalan menuju tempat tawaf cukup padat, hingga akhirnya terlihatlah ka’bah yg agung, masyaa Allah, alhamdulillah aku bisa melihat KA’BAH bangunan suci bersejarah itu dengan mata kepalaku sendiri. “Ka’bah ternyata dekat ya” hatiku bicara.

Aku fokus dengan prosesi umrahku untuk tawaf, tidak boleh terlena dulu menatap ka’bah atau pemandangan indah lainnya disitu. Setelah selesai 7 putaran kami menuju tempat sholat ditepi tempat tawaf untuk sholat sunnah tawaf…Aku terkesima ternyata kami pas berada depan pintu ka’bah. Wah, bukankah antara pintu dan hajar aswat itu tempat mustazab berdo’a yang dinamakan multazam. Hmmm senang sekali hatiku berdo’a disana. Kemudian ketua rombongan kami memandu untuk membawa kami ke tempat sa’i. Aku semula tidak tahu kalau tulisan dengan tanda panah bertulis Mas’a itu maksudnya menuju tempat sa’i. Jadi jika teman-teman belum pernah umrah dan mau berangkat kesana ingat ya Mas’a maksudnya tempat sa’i.

Kami sa’i dipandu oleh ustadznya. Setelah 7 kali bolak balik sa’i antara Safa dan Marwa kamipun tahalul atau bercukur. Selesailah 1 prosesi umrahnya. Alhamdulillah selama disana 4 kali bisa melakukan prosesi umrah, dengan mengambil miqot di Masjid Bir Ali, Jaranah, Tan’im dan Hudaibiyah. Yang mengasikan sekali itu saat sa’i disana kita sudah dibolehkan batal berwudlu jadi berasa santai, juga bisa minum air zam-zam dingin dipinggir tempat sa’i, sambil tengak tengok liat pemandangan atau sambil memotret. Aku gemes liat anak-anak yang pake pakaian ihram kecil2, duh lucu-lucu pokoknya. Saat sa’i aku sering berdo’a semoga nanti aku bisa bersama-sama suami dan anak-anaku begitu, atau umroh juga kesana. Ah pasti akan indah banget..in syaa Allah. Biasalah aku memang mudah terpukau untuk suatu hal atau pemandangan yang indah versi ku. Nah, ditempat inilah baik anak-anaknya, akhwat-akhwat arab, kemesraan suami istri yg beribadah bersama, orang-orang sa’i yang pake kursi roda, jamaah yang berasal dari berbagai suku bangsa, semuanya membuat aku terpana. Alhamdulillah…bersyukur besar pada Allah bisa mendapat panggilanNya untuk sampai kesini.

Guide kami Safar Wadi mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah diMekkah menjelaskan bahwa memandang baitullah atau ka’bah adalah juga ibadah. Aku sering menatap ka’bah tidak hanya saat tawaf tapi juga sebelum , saat dan sesudah sholat. Memang beda menatap baitullah dengan melihat gambarnya di sejadah tempat sholat atau di televisi dengan menatap ka’bah langsung dengan mata kepala sendiri. Melihat langsung mengesankan, coba saja… 🙂 . Ada pengalaman mengesankan juga saat menikmati pemandangan seputar baitullah yaitu seorang akhwat muda yg sepertinya dariTurki menawarkanku untuk berfoto dan dia yang memotret. Heheee alhamdulillah, aku tentu bersedia dengan senang hati.
Sayang mau menyisipkan foto-foto ditanah suci diblog masih sangat sulit, hanya beberapa yg bisa dicatatan sebelumnya itupun masih seadanya. Ini pun berulang-ulang diupload masih galad. Mudah-mudahan lain waktu bisa 🙂 aamiin.

Alhamdulillah udah bisa upload foto…Maaf ya kabur takut bawa kemera digital ke dalam masjid, takut diambil 🙂

I love Baitullah

I love Baitullah

 

Categories: Beautiful Diary, Perjalanan, Umrah | Tag: , , , , | 2 Komentar

Menyambut Tahun 1436H

Kita telah memasuki malam pertama 1 Muharam 1436H. Dimana tahun 1435 H telah berlalu dan menjadi kenangan. Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman hidup sebelumnya. Walau bagaimanapun tidak ada hari ini, tidak ada langkah ini jika tidak ada langkah kemaren. Semoga kita selalu bisa mencetak langkah berkualitas dalam setiap fase hidup ini.
Tahun 1435 H cukup berkesan bagiku dimana banyak pelajaran berharga dan perubahan hidup lebih baik yg ku rasakan. Kalau dihitung2 pake perasaan sekitar 33,333333 % mungkin kemajuan hidupku :).
Tahun 1435 H aku menjalankankan hidupku dengan program utama yg menaunginya yaitu BwQ 2014. Semakin ke penghujung tahun semakin komplit administrasinya. Yaitu aturan main yg kubuat sendiri dengan mempertimbangkan siapa aku sesungguhnya, sambil belajar mengenal diri sendiri dan melakukan langkah-langkah kongkrit menuju hidup lebih baik. Ku coba menyusun amal-amal yg harus ku jalankan dan target-target yang ku harapkan tercapai. Beberapa kali revisi dan penambahan catatan terjadi namun in syaa Allaah semua demi kesuksesan BwQ 2014 ku.

Hasilnya alhamdulillah cukup berarti bagiku, walaupun masih banyak target-target yang belum tercapai ditahun ini tapi yang penting aku sudah mulai menjalankan hidup lebih terorganisir, dan rasanya lebih dekat dengan Allah dan makin bahagia :).

Dalam program pribadi ini tak cuma langkah dan amal yang harus kulakukan tapi juga ada beberapa pantangan yg harus ku hindari dalam perjalanan program pribadiku. Pantangan itu dilakukan agar aku terhindar dari kegagalan, kesedihan, lemahnya fisik juga terhindar dari lemahnya semangat. Ada yang tidak boleh ku dengar, ada yg tidak boleh ku lihat, ada yg tidak boleh ku baca, bahkan ada yg tidak boleh kuanggap ada. Begitulah semua demi kebaikan dan kebahagiaan ku. Lillahita’ala….

Alhamdulillah, ditahun ini Allah semakin meluaskan rejeki ku, semakin menambah ilmu pengetahuanku, semakin menguatkan fisikku dan memberikan banyak kemudahan dihidupku. Dan semakin menguatkan imanku. Semoga berkah Allah terus mengalir dan semakin besar di 1436H ini.

“Bermimpilah, dekatilah Allah sedekat-dekatnya maka kau akan lihat keajaiban demi keajaiban dihidupmu”
Itu motto yg baik yg bisa menjadi acuan dalam menjalani hidupku, mendekati Allah adalah dengan amalan-amalan sunnah seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, sholawat, sholat sunnah, sedekah, shaum, hafalan ayat, tilawah dll juga tentunya meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan yg wajib. Ternyata tanpa dorongan dari Allah sulit bagi kita memperoleh keberuntungan atau menjadi “orang bejo”, nah dengan meningkatkan amalan nafilah(sunnah)lah keberuntungan hidup itu makin terasa.
Aku sampai mengeluarkan statement yg itu adalah buah dari perasaan alamiku yaitu” terbang bersama subhanallahi wabihamdih”. Apa maksudnya? Aku merasa Allah memberikan rejeki dan kesempatan buatku untuk umrah karena aku ditahun 1435 H ini mengamalkan ‘subhanallahi wabihamdih’, mungkin tak cuma karena amalan itu saja tapi juga amalan lain atau mungkin amalan yg memang sudah kujalani sejak dulu, wallahu’alam, tapi itulah ketika kita mendekati Allah maka Allah akan lebih mendekati kita lagi dan memberikan keberuntungan-keberuntungan buat kita.

Aku mulai mengenal seseorang disosmed yg dari dia aku belajar menata hati menghadapi berbagai masalah yg sedang kuhadapi dan mengajarkanku lebih mencintai amal hingga membuka link ku ke orang-orang yang semakin membuka cakrawalaku tentang khasanah ilmu-ilmu Islam termasuk ilmu-ilmu amalan sunnah.
“Ah, terlalu sempit mempelajari Islam hanya sebatas amalan sunnah” mungkin banyak yg berpikir begitu. Tapi faktanya aku dulu memang masih miskin amalan nafilah, mungkin hanya sebatas tahu tapi tidak begitu diperhatikan yang menyebabkan ruh keislamanku pucat, jadi aku harus lebih rajin mempelajarinya lagi. Ya, Islam memang luas, ada aspek yang juga sangat penting untuk dipelajari, didakwahkan dan diterapkan yaitu bagaimana syari’at Islam mampu menjadi hukum suatu institusi atau negara. Kita tidak boleh mengabaikan ini. Kita harus belajar dari seorang Muhammad Al Fatih, sang Pembebas Konstantinipel, dimana ia bisa menjadi Panglima Perang terbaik dengan keberhasil hidup luar biasa namun sangat kuat dalam amalan nafilahnya, ia tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rawatib dan tidak pernah meninggalkan qiyamullailnya, masyaaAllah..! Begitulah contoh sosok yang begitu memperhatikan perjuangan dan penerapan syari’ah Islam namun juga sangat dekat dengan Allah dalam ibadah mahdohnya.

Hmm…semakin cinta ya dengan Islam, khasanah ilmu Islam begitu luas, masih banyak yg belum kita pelajari dan ketahui apalagi amalkan. So, mari kita terus belajar dan memperbaiki diri, dan mari kita sambut 1436 H dengan semangat karena Allah. Allahu Akbar!!! 🙂

Rasulullah bersabda “Barang siapa yg hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yg beruntung, siapa yg hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, siapa yg keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka”
Semoga kita lebih baik, dan makin baik karena Allah…aamiin (◦’⌣’◦)
Ini adalah foto sekitar Masjid Nabawi Madinah. Madinah adalah kota tujuan hijrahnya Rasulullah SAW yg menjadi Daulah pertama tegaknya Darul Islam.

Categories: Beautiful Diary | Tag: , | Tinggalkan komentar

Jejak Umrah: Masjid Quba

Ini adalah foto Masjid Quba masjid yg pertama kali dibangun Rasulullah saat hijrah ke Madinah.

Rasulullah bersabda:

Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah ( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 1401)

Nah lho nggak main2kan pahalanya, jadi kami disuruh pembimbing umrah kami untuk wudlu dulu dihotel kemudian berangkat by bus ke Masjid Quba untuk sholat sunnah 2 rokaat, boleh sholat Tahyatul Masjid atau Sholat Dhuha karena kami kesana pas waktu Dhuha, dan jika sempat sholat keduaduanya juga boleh.

Setelah sholat kami belanja, disekitar Masjid Quba seperti pasar saja banyak yang membuka lapak jualan disana. Harga kurma pun lebih murah dibandingkan dimini marketnya Perkebunan Kurma. Banyak akhwat berpakaian hitam bercadar dan anak-anak yang berjualan disini. Nggak kayak Indonesia kalo ada akhwat bercadar yg jualan malah dinilai aneh. Disini biasa aja 🙂

***

Hal menarik dari Masjid Quba bukan hanya interiornya yang indah tapi juga nilai historis yang sangat tinggi. Masjid ini adalah masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW dibangun pada 8 Rabiul Awal pada 1 Hijriyah. Lokasinya berada di sebelah tenggara Kota Madinah, lima kilometer di luarnya. Dulu, masjid ini dibangun dengan bahan yang sangat sederhana. Seiring berjalannya waktu, renovasi banyak dilakukan Kerajaan Arab Saudi.

Dan yang membuat aku semakin terpukau mengetahui sejarah Masjid Quba ini adalah peran besar seorang tokoh Islam Sayyidina ‘Ammar Radhiyallahu lanhu dalam membangun masjid ini, semangatnya tªk kenal lelahnya itu lho yg membuat aku sangat kagum. Ketika Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah, dia mengusulkan untuk membangun tempat berteduh bagi sang Nabi di kampung Quba yang tadinya hanya terdiri atas hamparan kebun kurma. Kemudian, dikumpulkanlah batu-batu dan disusun menjadi masjid yang sangat sederhana.

Rasulullah SAW meletakkan batu pertama tepat di kiblatnya dan ikut menyusun batu-batu selanjutnya hingga bisa menjadi pondasi dan dinding masjid.

Rasullullah SAW juga dibantu para sahabat dan kaum Muslim yang lain. Sedang Ammar menjadi pengikut Rasulullah yang paling rajin dalam membangun masjid ini. Tanpa kenal lelah, ia membawa batu-batu yang ukurannya sangat besar, hingga orang lain tak sanggup mengangkatnya. Ammar mengikatkan batu itu ke perutnya sendiri dan membawanya untuk dijadikan bahan bangunan penyusun masjid ini. Ammar memang selalu dikisahkan sebagai prajurit yang sangat perkasa bagi pasukan Islam. Dia mati syahid pada usia 92 tahun.

Semoga kita bisa meneladani semangat dan kerja keras Ammar ini ¥αªα.. 🙂

***

Pada awal pembangunannya masjid Quba berdiri di atas kebun kurma. Luas kebun kurmanya kala itu 5.000 meter persegi dan masjidnya baru sekitar 1.200 meter persegi. Rasulullah sendiri pula yang mengonsep desain dan model masjidnya.

Meskipun sangat sederhana dan tªk seberapa besar, paling tidak bangunan ini bisa menjadi tempat berteduh bagi rombongan Rasulullah. Mereka pun bisa beristirahat kala siang hari dan mendirikan shalat dengan tenang. Masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk masjid-masjid selanjutnya. Bangunan yang sangat sederhana kala itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid.

Yup, itu lah sedikit tentang Masjid Quba yang merupakan salah satu tujuan wisata religi jamaah umrah dari berbagai negeri 🙂 . Jika ke sana lagi aku ♏α̲̅ǚ memotret bagian dalamnya, in syaa Allah ◦ˆ⌣ˆ◦

Categories: Beautiful Diary, Perjalanan, Umrah | Tinggalkan komentar

Madinah Kota Yang Sangat Mengesankan

Aku ingin melanjutkan catatan sebelumnya “Pengalaman Berangkat Umrah”. Aku sengaja mengambil judul seperti diatas “Madinah Kota Yang Sangat Mengesankan” karena perjalanan ku dikota Madinah sungguh sangat berkesan. Dihari pertama dikota ini saja banyak pengalaman unik dan menyenangkan bagiku..:) seperti pengalaman berbelanja dengan penjual yang bukan sesuku dan sebahasa dengan ku, yaitu orang Arab, aku menggunakan bahasa Inggrisku yg masih sangat jelek namun banyak diantara mereka inggrisnya juga tak kalah jelek dari ku heheee, jadinya lucu… namun untuk proses jual beli mereka lumayan pandai berbahasa Indonesia so jangan khawatir, tapi sebagai wanita kita kudu hati2 belanja dg pria Arab karena ada juga yg suka menggoda wanita, contohnya dia bisa bilang kita “Syah Rini”,” Anisa Bahar”,” Indonesia” dengan tambahan kalimat yg kita akan sulit mengerti jika tidak bisa berbahasa Arab, jadi sebaiknya berbelanja bersama mahrom laki-laki seperti suami atau ayah atau mahrom lainnya jika berbelanja didalam toko tapi jika yang berupa bazar sekitar masjid Nabawi walau belanja sendiri insyaAllah aman karena tempat itu cukup ramai, ditempat belanja juga udah ada yg ngasih hadiah buat aku dan ibu yaitu telakung atau daleman kerudung, alhamdulillah. Biasanya jika ada yg ngasih sesuatu and kita bingung tanya saja dengan kata “halal?” jika yg ngasih jawab “halal” berarti kita boleh ngambil. Nah jika ♏α̲̅ǚ harga dikurangi bilang aja “diskon?” Eh, kok pengalaman belanja yg pertama diceritakan sih, bukannya pengalaman ϑĩ Masjid Nabawi padahalkan rindu Rasulullah katanya? Sabar2…sebagaimana aku juga sabar nggak langsung ke Masjid pas datang ke Madinah. Maklum pertama kali ǰαϑί dilarang sama rombongan, nanti aja tunggu yg memandu yg bawa, ǰαϑί nurut aja…akhirnya setelah mandi dan istirahat sebentar kami jalan2 sekitar hotel ke toko2 sekitar situ nyari air kemasan 🙂 eh malah beli abaya hitam sekalian… Ada lagi pengalaman belanja minta diskon yaitu aku tertarik sekali dengan sebuah abaya atau gamis hitam berlapiskan semacam rompi dibagian dada berwarna ungu tapi setelah ditanya ternyata harganya 200 riyal..wah2 mahal sekali, 1 riyal sekitar Rp.3300,- , dia ♏α̲̅ǚ diskon hingga 500 ribu rupiah..Tapi bagi kami masih mahal, ibuku coba2 tawar separo harga yaitu 100 riyal tapi sipenjual nggak mau. Aku sungguh jatuh cinta dengan abaya itu memang cantik menurutku, ternyata alhamdulillah ϑĩ Makkah malah ketemu yg langsung ada tulisan harganya bergantung diabayanya 100 …Dasar kota penuh keajaiban terkabul keinginanku :). Sedang di Madinah beli yg agak murah sekitar 45 riyal juga 30 riyal saja. Beberapa teman minta oleh2 gamis arab soalnya :). Tentunya banyak pengalaman belanja lainnya lagi selama ϑĩ Madinah, mudah-mudahan dilain sesi bisa diceritakan lagi (✽ˆ⌣ˆ) *** Well, tªk cuma pengalaman berbelanja yang berkesan namun juga banyak mengalaman berkesan lainnya selama dikota Rasullullah SAW. Seperti:

Saat sore, di hari pertama ketika berangkat sholat didalam Masjid Nabawi ada 3 wanita Turki menyebut2 Indonesia sambil melihatku eh diantara mereka malah nyubit pipiku kayak gemes gitu…wah kesempatan emas foto bareng nih pikirku, langsung saja ibuku kusuruh memotret kami berempat, aku bicara dengan bahasa Inggris sama mereka sedang mereka ribut berbicara sambil tertawa tapi aku sulit mengerti akhirnya mereka memperkenalkan nama2nya masing2 dg bahasa Inggris,hahaa…kayanya senang banget liat aku :D. Kenapa ¥αªα aku kok tiba2 dicubit pipi? Mungkin karena aku baby face eh karena chubby cheeks (tembem) kali yaa…◦ˆ⌣ˆ◦. Nggak cuma dicubit pipiku aku juga dipeluk hangat sama mereka, wah wah ǰαϑί berasa banget ukhuwah sesama muslim walau dari beda negara 🙂 .

Dari Madinah kami juga dibawa ziarah kebeberapa tempat seperti ke Masjid Kuba, ke Kebun Kurma, ke sekitar Makam Syuhada Uhud dan Jabal Uhud, Baqi, Masjid Abu Bakar dll sambil dipandu guide atau promotor kami. Mudah2an lain waktu bisa bagi2 pengalaman soal itu.

Sedang tempat yang paling berkesan diMadinah bagiku adalah Raudah. Raudah dekat makam Rasulullah didalam masjid Nabawi. Diriwayatkan bahwa Raudah adalah tempat yang akan menjadi surga nantinya dan tempat mustajab untuk berdo’a. Kami tiba ke Madinah Kamis pagi, lalu malam Jum’at bada Isya kami dibawa seorang guide wanita yang berasal dari Indonesia tapi lama tinggal disana untuk ke Raudah…Ternyata ke Raudah pertama kali tidak sesimple yg kuduga, menujunya harus melalui berlapis lapis tahap. Dari persiapan berangkat dari hotel wudlu dulu kemudian do’a masuk masjid Nabawi kemudian singgah sholat Tahiyatul masjid kemudia singgah lagi singgah lagi…ah aku lupa berapa kali stop2 dulu menuju Raudah. Saat itu disarankan perbanyak baca sholawat. Ketika makam Rasulullah, Abu Bakar As Shiddik serta makam Umar bin Khatab telah terlihat stop juga untuk menyampaikan salam dan memanjatkan do’a. MasyaaAllah makam Rasulullah dan dua sahabat yang mulia itu begitu indah dengan disinari lampu-lampu masjid Nabawi yang indah terlihat berwarna kehijauan. Untuk masuk ke Raudah bagi jamaah wanita hanya ada jam2 tertentu, pagi sekitar jam 8 dan malam sekitar jam 9, karena keterbatasan itu akhirnya yang ngantri banyak sekali tidak seperti bayangan ku sebelumnya yg hanya beberapa orang, tapi ratusan bahkan mungkin ribuan orang ngantri buat masuk. Sepertinya ngantrinya per negara ǰαϑί bila udah bisa masuk berjejal sesama warga negaranya juga. Kecuali kalau ada yang ikut rombongan negara lain kaya aku pada Jum’at pagi besoknya gabung dg orang India apa Pakistan ¥αªα pokoknya mirip mereka hehee. Lanjut cerita, setelah penutup Raudah dibuka dan kami salah satu rombongan yang sudah berada dilapis terdepan berlarian masuk, aku bingung ini ke arah makam Rasulullah dulu atau ke Raudah sih? Eh pas liat kebawah karpet hijau yang berarti sudah diRaudah aku bilang keibu yang diberpegang erat denganku saat berjejal itu “Raudah bu sudah karpet hijau ayo sholat”. Kamipun sholat sunnah Mutlak 2 rokaat sementara guide kami sibuk menjaga agar kami bisa sholat sambil mengatakan “Albis sedang sholat, Albis sedang Sholat” dengan berusaha terus membentangkan tangannya agar kami bisa rukuk dan sujud (Albis nama travel yg membawa kami)…air mata tidak bisa ditahan lagi mengalir dengan perasaan luar biasa. Saat sujud sholat juga sesudah sholat walau tubuh dijejal, do’a2 ku terus mengalir meminta apa yang bisa diminta, mengingat2 do’a pesanan teman-teman juga keluarga…”oh inilah taman surga” aku membatin rasanya aku sudah sesenang berada dalam surga. Salah satu do’aku saat itu adalah “¥αªα Allah ijinkan aku besok pagi kesini lagi”… Setelah sekian lama guide kami bertanya pada kami rombongan yg dibawanya apakah sudah cukup, ketika sudah, kami pun keluar dari arah yang berbeda dari kami masuk tadi dan mengucapkan terima kasih haru kepada guide kami dengan berpelukan dan dia juga minta maaf jika ada kesalahan dan kekhilafan selama membawa kami. Lalu kami pun pulang ke hotel dengan perasaan gembira dan tiba sekitar jam 1 malam kekamar. Dikamarpun akhirnya ribut bercerita tentang pengalaman ke Raudah…hmmm luar biasa pokoknya. Sesuatu itu semakin besar tantanggannya semakin besar juga kesannya, bukankah begitu? heheee. Dan aku pun bertekad besok paginya ke Raudah lagi dan alhamdulillah walau pergi sendirian akhirnya terkabul. Aku mencoba terus melangkah didalam masjid yang cukup luas itu sambil berdo’a mohon kemudahan dengan wajah yg kututup dengan masker hitam agar aman dan akhirnya ketemu lagi dengan Raudah dan bersama dengan akhwat negara lain. Berjejal lagi tetapi akhirnya longgar dan aku bisa sholat Hajat dengan mudah. Setelah keluar dari Raudah akupun memotret sekitar situ dan mengambil 1 video. Kupandangi pemandangan dengan sepuas hati, ornamen masjid, lampu-lampunya, dan wanita-wanita yang banyak berhijab hitam. O’¥αªα aku juga berhijab hitam mengenakan 1 abaya seharga 45 riyal yg kemarennya dibeli..hehee alhamdulillah ukuran S sedang dibadanku dan nyaman dipake. Pengen sih sering-sering ke Raudah selama ϑĩ Madinah tapi kegiatan lainnya juga banyak yg harus dilaksanakan seperti ziarah dan lain2nya akhirnya cuma 2 kali sempat kesana. Apalagi kan teman2 banyak yg capek seperti ibuku ǰαϑί agak susah kalo dibawa ke Raudah terus 🙂 .

Tidak cuma ϑĩ Raudah, duduk bertakarrub dalam masjid Nabawi sambil menunggu adzan sholat tiba juga sesuatu yang sangat berkesan, begitu damai..Pertama kali datang ke Masjid Nabawi setelah sholah tahyatul masjid sebaiknya sholat taubat meminta agar dosa-dosa sebelumnya diampuni. Namun yang kadang membuat berat adalah manahan ngantuk, maklumlah perjalanan yang cukup melelahkan, dan AC masjid yg sejuk membuat aku sering mengantuk saat baca zikir menunggu sholat atau saat wirid sesudah sholat. Jadinya untuk menghilangkan kantuk aku sering nelpon keluarga ϑĩ Indonesia atau memotret-motret sekitar, akhirnya bisa foto2 bareng anak Arab 🙂 Jika berangkat lagi aku berencana membawa kopi yang udah ada gulanya biar diaduk dengan air zam-zam dan diminum supaya nggak ngantuk, aku pernah ngaduk kopi dg air zam-zam saat dimasjidil Haram ϑĩ Makkah, karena tidak pake gula ǰαϑί pahit, tapi berhasil aku nggak ngantuk. Sebaiknya persiapkan semua itu dari Indonesia, sekalian bawa sendok teh atau sendok makan soalnya susah jika harus nyari dulu disana dan mahal. Soal air zam-zam didalam Masjid Nabawi juga Masjidil Haram banyak tersedia berikut gelas2nya, ada yg dingin dan ada yang sedang. Di Madinah juga aku dan ibu ada yang memberi sejedah dan makanan dari saudari disana, alhamdulillah. Ok, itu dulu ¥αªα share pengalaman ku ϑĩ Madinah…InsyaaAllah nanti aku nulis lagi pengalaman2 perjalanan lainnya 🙂 .

Semoga tulisan ini bermanfaat buat yang ♏α̲̅ǚ mempersiapkan diri berangkat haji atau umrah 🙂

Dibawah ini adalah foto antri ke Raudah 🙂

Categories: Beautiful Diary, Perjalanan, Umrah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Pengalaman Berangkat Umrah

Sebagaimana teman-teman yang ingin mengabadikan kisah dan pengalaman hidup disebuat catatan begitu juga aku. Aku ingin bercerita tentang pengalaman hidup yang sangat mengesankan bagiku disini.
Kali ini aku mau bercerita pengalaman berangkat umrahku. Sudah lama sebenarnya ingin ku bagi namun ada2 saja kendalanya.
***
Aku berangkat umroh dari kotaku tgl 16 Juni 2014 sore hari bada Ashar dan setelah tausiyah yg disampaikan seorang ustadz diLanggar Darul Khair. Kami 1 rombongan dari Muara Teweh 12 orang ditambah 1 promotor yang menunggu kami diJeddah karena beliau telah terlebih dahulu berangkat membawa jamaah yg berangkat sebelum kami sekitar 2 minggu. Sedang yg serombongan dengan kami yang dari KalSel sekitar 80 orang yg juga menggunakan jasa agen travel Albis Nusa Wisata. Banyak yg baru aku kenal kecuali ibuku dan pakde dan keluarganya.
Aku tidak mendapat jadwal tertulis yang lengkap dari pihak travel yang membawa kami jadi agak susah membayangkan akan kemana dan bagaimana nantinya perjalanan itu, akhirnya banyaklah kejutan2 namun cukup seru bagiku yang memang “journey lover” 🙂 .
Diinfokan sebelumnya bahwa kami akan menginap di hotel di Banjarbaru dekat bandara Syamsudin Noor dan akan berangkat ke Jakarta tanggal 18 Juni 2014. Dalam perjalanan ke Banjarbaru kami singgah 2 kali diMasjid untuk sholat Maghrib dan Isya juga singgah diwarung pinggir jalan buat makan. Lewat tengah malam kami tiba di Banjarbaru dan istirahat tidur kecuali teman serombongan kami yg membawa mobil pribadi ada yg mampir dulu, kalau ga salah dikota Amuntai sehingga pagi mereka baru tiba ke hotel tempat kami menginap. Kami bersantai ria dihotel itu dan aku memberanikan diri mencuci gamis seragamku karena yakin kering dan direncanakan besoknya baru terbang ke Jakarta. Ternyata oh ternyata anggota tim yang ngurus kami datang dan mengatakan kami harus segara siap-siap karena koper akan segara diambil dan menginapnya di Jakarta saja. Wah aku dan ibuku pun bersiap-siap, berharap cucianku segera kering. Dan ternyata berubah lagi kami bukannya ke Jakarta malah ke Surabaya bahkah 12 orang serombongan itu terpecar2 menjadi 3 X penerbangan. Aku dan Atun bersama seorang guide ikut penerbangan pertama, pakde dan ka Latifah pengerbangan kedua dan ibuku bersama 7 teman lainnya penerbangan ke 3. Kasihan yang baru pertama kali naik pesawat harus terpisah dari keluarganya. Tapi alhamdulillah akhirnya semua sampai dibandara Juanda Surabaya dengan selamat, dan kami pun menginap di Ibis Hotel Airport. Hotel yg kami sebut “kacacanggihan” alias terlalu canggih haaa…maklum pada orang kampuang..liat eskalator otomatis jalan aja heran…hehe… Parahnya ternyata koper pakaian kami ketemunya di kota Madinah nanti saja, alhasil gamis yang dipeke dari Banjarmasin / Banjarbaru ke Surabaya ke Jakarta ke Jeddah hingga ke Madinah baru bisa ganti kecuali bagi yg dibawa ditas tenteng. Aku kebetulan gak bawa kecuali pakaian dalam karena info sebelumnya koper masih ketemu di Hotel Jakarta. Besok shubuhnya kami diantar oleh seorang guide untuk check in ke Jakarta. Dibandara Soekarno Hatta Jakarta kami menunggu dari pagi hingga sore hari baru berangkat ke Jeddah bareng rombongan dari Kalsel. Karena selisih WIB dengan waktu Jeddah 4 jam kami yang berangkat sore hari datang Jeddah sekitar Isya. Tapi jika dengan hitungan jumlah jam sekitar 9 jam. Namun bagiku perjalanan itu terasa begitu singkat karena aku “pangling” terpesona melihat pemandangan, seperti pemandangan matahari tenggelam dari kaca pesawat sampingku karena aku memang duduk paling ujung dekat jendela, 1 kursi disampingku kosong, nah pas banget buat naroh barangku yg lumayan banyak, al Qur’an, tas dll..jadi enak membuka meja makan pesawatnya, menggerak-gerakan tubuh, menonton TV dsb…alhamdulillah. Di pesawat Garuda Airlines yg membawa kami terbang kami dikasih 2 X makan, menunya lumayan aku suka, ayam juga ikan rebus yg sangat empuk dengan berbagai macam hidangan lain. Di pesawat tetap bisa sholat, bersucinya dengan tayamum, aku tayamum menggunakan debu yang telah aku bawa ditas tentengku dalam sebuah kemasan bekas bedak bayi…Jika kamu nantinya keluar negeri dengan perjalanan naik pesawat yg lama mengharuskan sholat disana kamu bagusnya membawa debu kemasan hehee soalnya pesawat itu bersih hampir tak ada debu yang terlihat dengan kasat mata, sepertinya pihak maskapai menggunakan vacum cleaner yang cukup canggih buat membersihkan pesawatnya.
Sedang untuk buang air jangan takut seperti kebanyakan orang kampung yang takut buang air karena takut gak ada air buat bersuci atau takut terkunci dalam toilet. Bertanyalah caranya pada pramugari bagaimana cara membuka menutup pintunya juga cara mendapatkan air dan membersihkan closednya… Maklumlah aku orang kampung jadi banyak mendengar orang-orang yang mengaku takut buang air dipesawat, padahal cukup mudah menurutku :). Akhirnya sampailah kami ke bandara King Abdul Aziz Jeddah, sebelum mendarat aku cukup puas melihat indahnya pemandangan kota Jeddah dengan kerlap kerlip lampunya yang indah, “labaikallah hummalabaik…ya Allah aku datang memenuhi panggilanmu” alhamdulillah Engkau ijinkan aku yang masih sering lalai ibadah ini datang” ya walaupun harus serba bingung dengan jadwal dan rute perjalanan yang berubah-rubah aku sangat senang karena toh aku akhirnya datang juga ke negeri para Rasul ini, tidak seperti sebagian saudara yang ditipu oleh pihak tertentu, uang diambil sedang keberangkatan dibatalkan. Begitu cepat rasanya rencana umrah itu hingga hari itu aku tiba juga diJeddah…Kota yang tidak pernah aku singgahi, membayangkannya pun sulit bagiku. Ya Allah ini bukan mimpi, ini bukan khayalan atau fatamorgana tapi sungguh, sungguh nyata aku datang bersama ibuku yg sekitar 1,5 tahun yang lalu masih merintih menangis sakit dan sulit berjalan karena sakit saraf terjepit atau HNP yang dideritanya. Alhamdulillah AllahuAkbar, aku merasa menjadi manusia yang sangat beruntung, sangat terhormat karena telah mendapat undangan dari Dzat Yang Maha Besar Allah SAW. Seluruh masalah tak lagi ku rasa hanya kebahagiaan, kekaguman dan rasa syukur yang menyelimuti hatiku.
Dalam bandara sambil menunggu teman-teman yang masih mengantri pemeriksaan paspor yang cukup lama aku melihat sekeliling, berdatangan dari berbagai negeri para jamaah yang aku yakin sebagian besar juga mau umrah seperti kami, aku takjub melihat para akhwat yang berpakaian hitam-hitam banyak sekali, suasana sudah terasa berbeda dari Indonesia, ya aku sudah berada dinegari Arab…mashaallah!
Sebelum masuk ke bus yang membawa kami ke Madinah kami dikasih makanan kotak dulu dangan 1 botol air kemasan. Yang membagi makanan itu 2 orang anak kecil, mungkin mereka membantu ayahnya. Aku suka sekali kerupuknya, kerupuknya kujadikan lauk untuk ku makan.
Tak lama sekitar tengah malam waktu setempat kami melanjutkan perjalanan ke Madinah, dengan 2 X singgah untuk sholat Isya dan Shubuh. Di masjid aku masih suka menatap cara berpakaian akhwat2 yang entah dari negara mana saja itu, mereka kebanyakan berpakaian hitam dan cantik cantik. Karena saat sholat niqob atau cadarnya mereka lepas. Oya dibus kami sudah didampingi promotor kami ustadz Sugi dari Muara Teweh juga ustadz Safar Wadi dari Lombok, mahasiswa di Mekkah sebagai guide kami. Dalam perjalanan kami dijelaskan oleh ustadz Safar tentang bebagai macam hal. Aku sibuk melihat pemandangan sekitar, subhanallah gunung2 batu dengan sedikit sekali tumbuhan. Allah tak pernah salah dengan ketetapanNya, aku bersyukur terlahir dan tinggal di Indonesia, negeri yang sangat subur, keanekaragaman hayati yang sangat banyak dengan curah hujan yang tinggi. Ya Allah dimana mendapatkan makanan dan minuman disitu, begitu gersang pikirku melihat gunung2 batu disekitar, ketika ada peperangan, dimana bersembunyi? makanan apa yang dimakan? dimana mencari air buat minum? Pasti akan sangat haus, pikiran ku menerawang jauh…mungkin itulah mengapa aku diqodlokan Allah lahir di Indonesia karena memang cocok dengan iklimnya Indonesia. Kadang aku terlelap juga diperjalanan yg cukup memakan waktu itu sekitar 5 jam baru sampai kota Madinah.
Guide kami menjelaskan tentang kota Madinah, sinar matahari telah menerangi pagi itu aku kembali terjaga hingga akhirnya tibalah kami dekat Masjid Nabawi yaitu depan hotel kami, Andalus Hotel yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Depan hotel burung-burung merpati berkicau riang terbang kesana kemari, orang-orang ramai berbelanja ditoko-toko sekitar hotel… Air mata berulang2 memaksa untuk keluar membasahi pipi karena bahagia. “Alhamdulillah akhirnya sampai juga ke Madinah” ucap ku ketika menginjakan kaki dikota Madinah. Gak apalah perjalanan muter2, turun naik berbagai macam alat transportasi air, darat dan udara asalkan akhirnya sampai juga ditanah suci ini “aku gak bohong, aku nggak berandai-andai, aku sekarang memang sudah berada di Madinah kotanya manusia paling mulia Rasulullah Muhammad SAW” pikiranku berbicara macam-macam… Kami pun menuju kamar hotel, ingin sekali rasanya cepat-cepat ke makam Rasullullah mengucapkan salam, ah, Rasulullah disitu, dekat denganku. Gak ada lelah lagi, gak perlu lagi istirahat, cukup mandi dan ganti pakaian saja, rasanya luar biasa!!!…..
Bersambung….

Categories: Umrah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Aplikasi WordPress Baruku Di Tablet

Alhamdulillah tadi shubuh aku bisa download aplikasi wordpress buat ngeblog, nah ini pertama kali aku mau send catatan via aplikasi wordpress yang udah diinstal di tabket ku ini. Tablet ini baru beli tanggal 8 Mei kemaren, alhamdulillah Samsung Galaxy tab 3,T211, 7 inc..Senang rasanya bisa memiliki tablet, jadi suka mencatat, enak browsing (kalo lagi dikota), bisa foto2an plus jadi album foto yg mudah dan enak dilihat, juga tentunya kelebihan2 lain yg tersedia ditablet ini buat memanjakan aku bermain, belajar dan bergaul.
Memang ini bukan tab pertamaku, tapi yg ke2 namun karena yg dulu kurang sensitif touch screennya aku jadi malas pake n akhirnya jadi mainan adik sepupuku buat maen game.
Agak sulit ya ngetik disini tanpa keyboard, tapi aku sudah cukup bersyukur dan senang memiliki tablet ini.
Blog ini selama ini tidak begitu ku perhatikan, padahal sebenarnya banyak cerita yg ingin ku sampaikan tapi sulit kerena terkendala koneksi internet, juga karena password wp ku yg ku ganti, jadi aplikasi blog wordpress di BBku ga bisa ku pake lagi.
Blogku aku sedang sibuk berproses sekarang, sedang proses pindah, persiapan umrah dan proses2 lain. Cukup menyibukan, tapi aku merasa jalan keluar masalah berat yg ku tanggung sejak dulu mulai terbuka .. 🙂 Itu dulu ceritanya ya, semoga lain kali bisa ngepost tulisan lagi..

Categories: Beautiful Diary, Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sombong Itu Berbahaya

Sombong itu sangatlah berbahaya, sombong merasa diri lebih baik dari orang lain dan juga menolak kebenaran.

sombong
Kenalkah engkau dengan Iblis? Ia juga hamba Allah yg dulunya sangat rajin ibadah. Mungkin dari kwantitas ibadah kita kalah jauh dari Iblis, namun Iblis diusir dari surga dan dijanjikan oleh Allah masuk ke neraka Jahannam, mengapa? ya karena kesombongannya. Kesombonganlah yang menghalangi iblis untuk sujud kepada nabi Adam as.
Mengapa sombong? Karena merasa lebih shalih, lebih hebat, lebih pintar dsb.
Hmmm… maukah senasib dengan Iblis? Tentu tidakkan..Maka dari itu mari kita sucikan hati dari sifat sombong..sungguh, tak ada yang patut kita sombongkan, karena semua yang kita miliki adalah milik Allah, diri kitapun milik Allah, kapan saja Allah bisa mencabut nikmat-nikmat-Nya dari kita…Sungguh tak pantas kita sombong… Bukankah manusia diciptakan dari setetes air yang hina? Bukankah kita dilahirkan tanpa mengetahui apapun? Bukankah tiada daya upaya melainkan karena Allah?
Dalam tausiyahnya seorang ustadz menguraikan alasan mengapa kita tidak boleh merasa lebih shalih (mengambil catatan seseorang):
-Kita akan kehilangan semangat berlomba-lomba untuk kebaikan.
-Tidak ada rekomendasi dari Allah bahwa kita adalah orang shalih.
-Kehidupan kita setelah hari ini tidak ada yang tahu, apakah kita besok masih istiqamah? Tidak ada yang menjamin, karena istiqamah di atas agama itu jatuh bangun.
Manusia melihat dari zhahir, sedangkan Allah melihat dari batin.
***
Tentu sangat bagus menjadi the best, sholeh, ibadah hebat, belajar rajin, dakwah oke, TAPI ingat! tidak boleh sombong!..Salah satu cara menjaga diri dari kesombongan juga adalah jangan suka pamer kelebihan untuk minta dipuji.
Lebih baik kemuliaan tersembunyi yg kita dapatkan dari pada pemer yang malah membawa kehinaan dan kebinasaan.

Rasulullah saw bersabda: “Ada tiga perkara yang membinasakan; sifat kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, dan sikap bangga pada diri sendiri.”(HR.  ath Thabrani)

#evaluasi juga buat diri pribadi 🙂

Categories: S&H with Islam | Tinggalkan komentar

Gagal Menulis Coba Lagi

Dari kemaren aku pengen menulis buat diterbitkan diblog ini tapi benar-benar aneh aku sungguh tak mampu melakukannya. Setelah satu judul Edisi Awal aku berharap muncul beberapa note lagi dan terus agar aku turut memberi sumbangsih dakwah lewat tulisan yang pada akhirnya pembaca semakin tergambar akan Islam dan semakin cinta dengan Allah dan Rasulnya.
Namun sayang aku selalu gagal. Okelah jam-jam dan hari tertentu aku sibuk tapi bukankah ada hari Minggu & Selasa hari longgar bagiku karena tidak harus mengajar dikelas. Ya… tadi aku telah mencoba memulai menulis dengan pokok persoalan “Kebenaran & Pembenaran” namun gagal, dan aku pun tertidur pulas.

Hmmm..seharusnya keinginan besar untuk menerbitkan tulisan berbanding lurus dengan ide menulis. Come on my mind! Apakah aku kurang membaca, kurang fokus, kurang gizi atau sedang kurang galau jadi really hard to post notes again…? hehe ngacau!

“@felixsiauw: penulis itu ‘berpikir’ dengan tangan | jadi jangan harap kita bisa menulis | bila kita tidak mulai menulis”

*Menulis

Ajarkan anak2 kita kepandaian menulis.

Maka meski besok lusa dia ringkih dan kurus, tapi lewat tulisan, dia bisa gagah perkasa menghadapi dunia.

Maka meski besok lusa dia penakut dan peragu, tapi lewat tulisan dia bisa mengaum menggetarkan siapapun.

Maka meski besok lusa dia tak berpangkat, tidak memiliki kekuasaan, apalagi memimpin pasukan, tapi lewat tulisan dia bisa memimpin sebuah revolusi dan perubahan.

Pun kalaupun dia besok lusa pemalu dan tidak romantis, tapi lewat tulisan dia bisa begitu menginspirasi dan menyentuh.

Ajarilah anak2 kita menulis.
Tumbuhkan pemahaman terbaik.
Tiupkan ketulusan dan kesederhanaan.
Genap sudah amunisi hidupnya.

*Darwis Tere Liye

Semoga walau sedikit, walau seayat, walau mengutip, aku bisa berbagi inspirasi kembali diblog ini karena Allah 🙂 aamiin

Categories: Beautiful Diary | 2 Komentar

Edisi Awal

Sangat berbeda dengan tahun 2013 dimana aku suka sekali mengisi blog ini, hmmm bisa dikatakan 2013 sebagai tahun ngeblog bagi ku…tahun 2012 tahun berpergian..karena ditahun itu pergi kesana kemari. Subhanallah begitu cepat waktu berlalu dan ini sudah 2014, tahun apakah ini? Dari awalnya ΑJ̶̲̥̅̊ä sudah banyak berurusan, ngurus ini ngurus itu terutama yg berhubungan dengan kedinasan.
Namun tahun ini insyaAllah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, aamiin. Karena kehidupanku lebih terorganisir dan nafsiahku insyaallah lebih bagus…Lebih siap penghadapi tantangan dan lebih lebih dewasa mengambil pelajaran dari setiap kejadian.
Sayangnya untuk nulis moodnya kurang banget, mungkin karena kesibukanku mengerjakan hal lain yg aku rasa lebih penting. Tapi tetap aku berharap ditahun ini bisa lebih banyak berbagi lewat blog tercinta ini, sudah menjadi target BwQ 2014 ku untuk berdakwah lewat sarana sosmed.

***
Sedikit berbagi renungan saja semoga bisa menyejukkan dihari yang panas ini.

Kita sering kali mengeluh akan suatu hal namun cobalah kita pandang masalah dari sudut yang berbada, kita ambil hikmahnya… Maka kita akan lebih siap menghadapi tantangan hidup, semua yang telah menjadi qodlo Allah jangan kita sesali karena akan menyakiti kita sendiri dan membuat kita berdosa.

Kita bisa mengambil pelajaran dari masalah yang karena ulah kita sendiri ataupun orang lain, misalnya “jangan diulangi lagi” dan “dikemudian hari harus lebih teliti dan berhati-hati lagi”

Ternyata banyak kesulitan dan kesedihan kita sendiri yang mengijinkannya memasuki kehidupan kita. Berambisi menguasai segalanya, berambisi memiliki semuanya, haus pujian manusia serta jauh dari syukur & qona’ah, padahal itu semua adalah jembatan untuk masuknya “kesetresan” dan kesedihan dalam hidup bahkan juga jalan dosa membumbung tinggi.
Berambisi untuk punya rumah mewah dan besar, rela mengambil kredit ribawi, padahal rumah terlalu besar buat apa? Kalau kata teman sekantorku anak sekolah bisa ngekost, acara perkawinan bisa nyewa gedung…yang penting ada uangnya…hihi UUD / ujung-ujungnya duit juga…:) . Aku hanya mengambil pelajaran untuk apa membuat rumah besar jika kemampuan hanya kecil, bersyukurlah toh Rasulullah dulu juga rumahnya kecil.

Nah, terlanjur bermasalah dengan keuangan karena lebih separo gaji buat membangun rumah? Sudahlah, jangan berlarut-larut dalam kesedihan, husnudjon ΑJ̶̲̥̅̊ä siapa tahu rumah besarnya itu justru akan mememudahkan acara-acara pengajian Islam misalnya…hmmm pintar-pintar kita saja mengambil hikmah dari semua yang telah terjadi, OK! 🙂

###
Maaf ya jika tulisannya kurang mengalir, ini edisi awal nulis buat blog ϑĩ 2014.. Cayooo! Semangat Nulis lagi! 🙂

Categories: Pernak-Pernik | 2 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.